Universitas Putra Bangsa (UPB) mengembangkan sistem pertanian berbasis teknologi Smart Environmental Control (SEC) untuk kegiatan budidaya tanaman melon dalam rumah kaca. Bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), teknologi SEC yang dikembangkan oleh UPB diterapkan pada mitra strategis yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Giriabiyakta. Adapun Sosialisasi Program Penerapan Paket Teknologi SEC ini diselenggarakan Selasa (13/08) di Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen.

Teknologi Smart Enviroment Control (SEC) mencakup otomatisasi pengaturan suhu, kelembaban, dan pemupukan yang optimal bagi tanaman melon dalam rumah kaca. Teknologi SEC memungkinkan untuk dilakukan pemantauan pertumbuhan tanaman melon dalam rumah kaca secara real-time. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen tanaman melon dalam rumah kaca serta meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.

Ketua Pelaksana dari UPB Dr. Gunarso Wiwoho, S.E., M.M. menyatakan bahwa sentuhan teknologi diperlukan dalam rangka mengoptimalkan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sektor pertanian, khususnya pada kegiatan budidaya tanaman melon dalam rumah kaca.  

“Peningkatan produksi dan produktivitas melon menjadi prioritas utama mengingat jumlah konsumsi melon dalam negeri cenderung meningkat dari tahun ke tahun, artinya potensi keuntungan yang dapat diperoleh oleh petani juga semakin besar.” Ungkap Gunarso

Beliau juga menyampaikan bahwa peningkatan produksi dan produktivitas tidak dapat dilakukan dengan cara konvensional, melainkan perlu menggunakan penerapan teknologi baru yang tepat guna. Penerapan teknologi baru yaitu smart environment control menjadi terobosan jitu pada usahatani melon dalam rumah kaca, sehingga biaya produksi dapat ditekan, produksi dapat ditingkatkan, dan pada akhirnya dapat meningkatkan keuntungan petani.

Dokumentasi Sosialisasi Program Penerapan Paket Teknologi SEC

Anggota tim pelaksana Imade Yoga Prasada, S.P., M.Sc. sekaligus penanggungjawab budidaya tanaman menambahkan bahwa penerapan teknologi SEC berfokus pada peningkatan efisiensi penggunaan air dan pupuk untuk mencapai titik tumbuh yang optimal pada tanaman melon. Lebih lanjut, penanggujawab teknologi, Awaludin ‘Abid, S.Kom., M.Kom menjelaskan penerapan teknologi baru sangat relevan ditengah disrupsi perkembangan teknologi yang terjadi diberbagai sektor, khususnya sektor pertanian.  

Selain itu, beberapa anggota kelompok wanita tani (KWT) yang terlibat dalam projek ini juga menyampaikan pandangan mereka. Sutingah, wakil ketua kelompok tani wanita di Desa Kebakalan mengatakan, “Adanya teknologi ini, kami merasa sangat terbantu dalam hal perawatan tanaman karena suhu, penyiraman dan pemupukan sudah otomatis berjalan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan. Sehingga anggota kelompok wanita tani tidak lagi menyiram dan memupuk secara manual”.

Pada acara sosialisasi projek yang dihadiri oleh kepala Desa Kebakalan, Bapak Wiwid dalam sambutannya, mengungkapkan harapannya bahwa budidaya tanaman melon dalam rumah kaca dengan teknologi Smart Enviroment Control (SEC) diharapkan dapat menjadi inovasi yang dapat diterapkan dengan baik dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani melon.

“Kami berharap budidaya tanaman melon dalam rumah kaca dengan teknologi SEC dapat membantu meningkatkan pendapatan petani, khususnya petani melon di Desa Kebakalan. Selain itu, diharapkan dapat mendorong peningkatan minat generasi muda untuk ikut terjun ke dunia pertanian modern” ujarnya.

Koordinasi Penerapan Paket Teknologi SEC dengan Stakeholder

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak dan tekad untuk meningkatkan kesejahteraan petani, diharapkan proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan efisiensi pada kegiatan budidaya tanaman melon dalam rumah kaca dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, khususnya petani tanaman melon dalam rumah kaca di Desa Kebakalan, Kabupaten Kebumen.