Universitas Putra Bangsa (UPB) melalui Unit Tracer Study menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Tracer Study bagi mahasiswa semester akhir pada Kamis, 23 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta strategi menghadapi tantangan dunia kerja di era global yang dinamis.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Putra Bangsa, Dr. Gunarso Wiwoho, S.E., M.M., menekankan pentingnya pembekalan bagi calon lulusan di tengah ketatnya persaingan pasar kerja.

“Pembekalan ini penting, karena di tengah sulitnya alumni berkompetensi di level market untuk mencari pekerjaan, kita harus memahami apa yang harus dilakukan. Di era VUCA yakni Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous kita dituntut untuk terus beradaptasi dan menambah keterampilan,” ujar Dr. Gunarso.

Rektor UPB – Saat Menyampaikan Sambutan

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kunci keberhasilan seorang lulusan terletak pada keseimbangan antara attitude, knowledge, dan skill.

Attitude dibentuk di rumah, sementara kampus berperan dalam mengembangkan knowledge dan skill. Mahasiswa perlu menambah keterampilan di luar akademik, karena dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan,” imbuhnya.

Sementara itu, Dr. Sigit Wibawanto, S.E., M.M., Kepala Tracer Study Universitas Putra Bangsa, menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan praktis, strategi karier, serta membangun jaringan profesional.

“Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga. Mahasiswa dapat menyerap pengalaman langsung dari praktisi industri dan memahami kebutuhan dunia kerja secara nyata,” ungkapnya.

Narasumber Ardhilles Ardhy – Saat Menyampaikan Materi

Kegiatan menghadirkan narasumber Ardhilles Ardhy dari PT. Teleperformance Indonesia (TP Indonesia), yang membagikan perspektif dari sisi perusahaan dan perekrut tenaga kerja.

“Tidak hanya kalian yang susah mencari kerja, kami sebagai HR juga kesulitan mencari karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Ardhilles.
Ia menekankan bahwa pekerja masa kini harus memiliki tiga hal penting: Competitiveness, Clarity, dan Connections yakni daya saing, kejelasan tujuan, serta kemampuan membangun jejaring yang produktif.