Universitas Putra Bangsa sukses menggelar kegiatan G-CORE (Google Community Outreach and Resource for Education) VOL. 1  bertema “The Prompt Master Challenge” yang berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 dengan sangat lancar dan antusias. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 150 mahasiswa Universitas Putra Bangsa dari berbagai program studi.

Kegiatan G-CORE ini merupakan bagian dari tindak lanjut atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa UPB, Muhammad Pandu Dewanata Yaseh Hidayat, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komputer, yang berhasil terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026, program bergengsi yang diselenggarakan oleh Google.

Melalui tahapan seleksi yang panjang dan kompetitif, Pandu berhasil menjadi salah satu kandidat resmi GSA 2026. Program tersebut diikuti oleh lebih dari 81.000 pendaftar dari berbagai wilayah, dan hanya sekitar 2.000 peserta yang berhasil lolos ke tahap seleksi lanjutan, termasuk Pandu sebagai perwakilan dari Universitas Putra Bangsa.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Putra Bangsa memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Ini merupakan kegiatan pertama yang digagas dan dilaksanakan langsung oleh mahasiswa. Kami sangat mengapresiasi Pandu Dewanata selaku Google Student Ambassador 2026 yang merupakan mahasiswa UPB. Saya yakin proses seleksinya sangat panjang dan kompetitif. Bahkan di Kebumen, saat ini baru ada satu mahasiswa yang berhasil menjadi Google Student Ambassador dan itu berasal dari Universitas Putra Bangsa,” ujar Rektor UPB.

Rektor juga menambahkan pentingnya penguasaan teknologi di era digital saat ini, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak dan produktif. Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk AI.

Dalam kegiatan G-CORE ini, fokus utama yang dibagikan kepada mahasiswa adalah memberikan insight baru mengenai cara melakukan prompting yang efektif untuk menunjang kebutuhan perkuliahan. Meski sebagian besar peserta telah mengenal teknologi Artificial Intelligence (AI), dalam sesi ini mahasiswa diajak memahami lebih dalam mengenai teknik menyusun prompt yang presisi agar mampu menghasilkan output AI yang lebih optimal.

Pandu menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai seminar semata, tetapi juga menjadi langkah awal membangun ekosistem pembelajaran AI di lingkungan kampus. Ke depan, direncanakan akan dibentuk focus group atau komunitas belajar yang dapat menjadi wadah mahasiswa untuk saling berbagi pengetahuan terkait pemanfaatan AI, kolaborasi proyek akademik, hingga mengikuti mini challenge lanjutan agar kemampuan mahasiswa terus berkembang.

“Lewat program G-CORE ini harapannya bisa terus menjadi pemantik semangat belajar dan panutan positif untuk teman-teman di UPB. Saya juga berharap pada event Google Student Ambassador berikutnya semakin banyak mahasiswa UPB yang lolos menjadi penerus selanjutnya. Tujuannya agar mahasiswa di kampus bisa lebih adaptif, berdedikasi, dan memiliki daya saing kuat di bidang teknologi digital saat ini,” ungkap Pandu.

Melalui kegiatan ini, Universitas Putra Bangsa menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif dan siap menghadapi tantangan era digital.