Universitas Putra Bangsa melalui Pusat Karir Mahasiswa dan Tracer Study (PKMTS) terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan nonteknis yang dibutuhkan di dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Soft Skill Mahasiswa bertajuk “Future Ready Talent: Building Resilience through Adaptability and Emotional Intelligence” yang diselenggarakan pada Rabu 8 Juli 2026 di Aula Universitas Putra Bangsa

Kegiatan diawali dengan sosialisasi dari Pusat Karir Mahasiswa dan Tracer Study (PKMTS) Universitas Putra Bangsa, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pengembangan soft skill yang menghadirkan Dwi Kurniawan, Group Manager PT Micro Madani Institute, sebagai narasumber. Pelatihan diikuti oleh mahasiswa semester 2 dan semester 4 dari berbagai program studi.

Dokumentasi Kepala PKMTS UPB saat menyampaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan PKMTS

Kepala PKMTS Universitas Putra Bangsa, Dr. Sigit Wibawanto, S.E., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Kami berharap setelah lulus nanti mahasiswa tidak hanya memiliki hard skill, tetapi juga soft skill yang menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, mahasiswa semester 2 dan 4 sudah harus mulai melengkapi portofolio melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan dan pengembangan diri sebagai bagian dari pemenuhan 150 poin SKPI,” jelas Dr. Sigit.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan pengembangan kompetensi akan menjadi nilai tambah yang terdokumentasi dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Sementara itu, Rektor Universitas Putra Bangsa, Dr. Gunarso Wiwoho, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas.

Dokumentasi Rektor UPB saat menyampaikan sambutan

“Pembelajaran di kampus memiliki dua orientasi, yaitu hard skill yang diperoleh melalui kurikulum di kelas dan soft skill yang dibangun melalui berbagai kegiatan seperti seminar, pelatihan, organisasi, maupun sertifikasi. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk lulusan yang berkualitas,” ujar Rektor.

Beliau juga menjelaskan menjelaskan bahwa SKPI tidak hanya mencatat keikutsertaan seminar, tetapi juga berbagai pengalaman, prestasi, organisasi, hingga sertifikasi kompetensi. Salah satu yang perlu di perhatikan adalah mahasiswa wajib mengikuti sertifikasi mahasiswa di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga lulusan UPB memiliki rekam jejak kompetensi yang jelas dan diakui.

Pada sesi utama, narasumber Dwi Kurniawan, Group Manager PT Micro Madani Institute, memberikan materi mengenai pentingnya membangun karakter dan kesiapan menghadapi perubahan di dunia kerja. Menurutnya, perkembangan dunia industri menuntut generasi muda untuk mampu beradaptasi dengan cepat sekaligus memiliki kecerdasan emosional yang baik.

Ia juga memaparkan peta perjalanan karier mahasiswa, mulai dari masa kuliah hingga memasuki dunia profesional. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan masa studi sebagai waktu terbaik dalam membangun kompetensi, pengalaman organisasi, sertifikasi, dan jejaring profesional.

“Jadilah talenta yang future ready, yaitu talenta yang kompeten, adaptif terhadap perubahan, mampu bekerja sama, dan siap bersaing di dunia kerja yang terus berkembang,” pesannya kepada seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, Universitas Putra Bangsa berharap mahasiswa semakin menyadari pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill sebagai modal utama dalam membangun karier.

Dokumentasi Peserta Pelatihan Soft Skill