Universitas Putra Bangsa resmi membuka Kelas Pelatihan Brevet Pajak Angkatan #2 pada Senin (10/8/2026). Kegiatan pembukaan dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, alumni, hingga masyarakat umum.
Kegiatan pembukaan dibuka oleh Mispiyanti, S.E., M.Ak., Ak., selaku Kepala Program Studi S1 Akuntansi Universitas Putra Bangsa. Pelatihan ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara Program Studi S1 Akuntansi UPB dan HTC Training and Consulting, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi peserta di bidang perpajakan yang semakin dibutuhkan di dunia kerja.
Turut hadir dalam pembukaan, Hersona Bangun, S.H., S.E., Ak., BKP, CA, M.Ak., CLA, ASEAN CPA, CPCLE selaku Direktur HTC Training and Consulting. Dalam sambutannya, Hersona menyampaikan apresiasi atas kembali terjalinnya kerja sama dengan Universitas Putra Bangsa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Putra Bangsa atas kerja sama yang kembali terjalin. Ini merupakan kerja sama yang kedua kalinya untuk kegiatan Brevet Pajak. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi para peserta,” ungkap Hersona.
Tidak hanya memberikan pembekalan kompetensi, kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman di dunia kerja melalui program magang.
Sementara itu, Mispiyanti menyampaikan bahwa pelatihan Brevet Pajak memiliki manfaat yang luas.
“Adanya Brevet pajak ini sebetulnya merupakan kepentingan khususnya dari sisi pembekalan untuk mahasiswa. Namun, untuk alumni dan masyarakat umum, pajak dari sisi apa pun juga dibutuhkan. jelas Mispiyanti.
Pelatihan Brevet Pajak Angkatan #2 akan berlangsung mulai 10 Agustus hingga 15 Oktober 2026. Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi secara bertahap yang mencakup Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), PPh Orang Pribadi, PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Badan, PPN dan PPnBM, Akuntansi Pajak, Pemeriksaan Pajak, Keberatan dan Banding Pajak, Tindak Pidana Perpajakan, hingga praktik penyusunan SPT.
Selain materi teori, peserta juga mendapatkan praktik perpajakan sehingga pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi diarahkan pada kemampuan penerapan dalam situasi kerja.
Salah satu materi yang menjadi bagian penting dalam rangkaian pelatihan adalah Coretax, yang menjadi materi penutup pada kegiatan ini. Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami perkembangan digitalisasi administrasi perpajakan serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Melalui Kelas Brevet Pajak Angkatan #2, Universitas Putra Bangsa terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan menggabungkan pembelajaran akademik, praktik perpajakan, dan peluang pengalaman profesional, UPB berharap peserta dapat semakin siap menghadapi dinamika dunia kerja serta berkontribusi dalam bidang perpajakan di era digital.
