Universitas Putra Bangsa (UPB) melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar Pelatihan Strategi Penerapan Artificial Intelligence (AI) Terintegrasi dalam Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada Kamis (1/10/2026) di Aula Universitas Putra Bangsa. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen UPB sebagai bagian dari program rutin LPM dalam meningkatkan kompetensi dosen agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mengoptimalkan pemanfaatan AI untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Membuka kegiatan tersebut, Rektor Universitas Putra Bangsa, Dr. Gunarso Wiwoho, S.E., M.M., menegaskan bahwa transformasi digital telah menjadi komitmen UPB. Menurutnya, kampus harus mampu menjadi pelopor dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Universitas Putra Bangsa telah menerapkan sistem Outcome Based Education (OBE) yang dikembangkan secara mandiri oleh tim internal kampus. Ini merupakan salah satu bentuk inovasi yang kami bangun untuk menghasilkan sistem pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada capaian lulusan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kesiapan transformasi digital di UPB juga ditunjukkan melalui pengembangan sistem e-learning sejak tahun 2021. Berkat kesiapan tersebut, proses pembelajaran tetap dapat berjalan optimal ketika pandemi Covid-19 melanda.
Lebih lanjut, Dr. Gunarso Wiwoho menjelaskan bahwa kehadiran AI telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan tinggi. Oleh karena itu, peran dosen tidak lagi terbatas sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu mengarahkan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi secara tepat.

“Dosen saat ini tidak lagi hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor dan coach. AI telah mengubah lanskap kehidupan manusia secara sangat fundamental, bahkan mengubah kebiasaan kita. Karena itu, pelatihan ini menjadi momentum bagi seluruh dosen untuk menggunakan AI secara bijak dan bermartabat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, LPM menghadirkan Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS, Ak., CA., dosen Program Studi Akuntansi STIE YKPN Yogyakarta, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence telah menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi sehingga sivitas akademika perlu memahami cara menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab.
Materi pelatihan mencakup berbagai strategi pemanfaatan AI dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari penulisan paper ilmiah, penelitian kualitatif dan kuantitatif, penyusunan buku ajar, hingga publikasi ilmiah. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai aplikasi AI yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pencarian referensi, penyusunan kerangka tulisan, analisis data, penyuntingan bahasa akademik, hingga pengelolaan sitasi.
“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan dosen atau peneliti, tetapi menjadi asisten yang membantu mempercepat proses akademik. Yang tidak boleh digantikan oleh AI adalah kemampuan berpikir kritis, analisis, kreativitas, serta integritas ilmiah dari penulisnya,” jelasnya.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para dosen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi secara langsung dengan narasumber. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian dosen terhadap pemanfaatan teknologi AI sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi.
