Universitas Putra Bangsa (UPB) melalui Program Studi S1 Sains Data bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap menyelenggarakan seminar bertajuk “Implementasi Machine Learning untuk Prediksi Cuaca dan Mitigasi Bencana serta Data, Sistem Cerdas, dan Masa Depan Perusahaan” pada Jumat (26/6/2026) di Aula Universitas Putra Bangsa.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 2, 4, dan 6 Program Studi S1 Informatika serta S1 Sains Data sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan mahasiswa mengenai penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan machine learning di berbagai sektor strategis, mulai dari kebencanaan hingga dunia industri dan bisnis.
Seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu Ir. Rohmatulloh Muhammad Ikhsanudin, S.Kom., M.Cs., dosen Universitas Putra Bangsa, serta Adnan Dendy Mahardika, S.Kom., M.Si., Weather Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap yang telah bertugas sejak tahun 2010. Jalannya diskusi dipandu oleh Anggit Gusti Nugraeni, S.Kom., M.T., dosen Universitas Putra Bangsa.
Acara dibuka oleh Rektor Universitas Putra Bangsa, Dr. Gunarso Wiwoho, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Kabupaten Kebumen merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi sehingga kerap menjadi lokasi penelitian di bidang kebencanaan.

Menurutnya, perkembangan teknologi, khususnya machine learning, memiliki peran penting dalam mendukung upaya mitigasi bencana, mulai dari pengembangan sistem peringatan dini yang lebih presisi, pemetaan wilayah rawan bencana, hingga membantu perencanaan logistik dan proses evakuasi secara lebih efektif.
“Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai implementasi ilmu khususnya machine learning yang dipelajari di bangku kuliah untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata di masyarakat,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Ir. Rohmatulloh Muhammad Ikhsanudin, S.Kom., M.Cs. memaparkan konsep dasar pengolahan data, big data, dan machine learning beserta implementasinya dalam pengembangan sistem cerdas.
“Dalam konsep big data terdapat tiga karakteristik utama, yaitu volume, velocity, dan variety. Di era saat ini data menjadi aset yang sangat penting karena melalui proses pengolahan data kita dapat memperoleh informasi yang bernilai dan mengembangkan sistem cerdas,” jelas Ikhsan.
Pada sesi kedua, Adnan Dendy Mahardika, S.Kom., M.Si., Weather Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, menjelaskan bagaimana BMKG memanfaatkan data meteorologi dan teknologi machine learning untuk meningkatkan akurasi prediksi cuaca serta mendukung sistem mitigasi bencana di Indonesia.
Menurut Adnan, dalam sains data meteorologi, proses riset tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi berfokus pada bagaimana mengolah data mentah menjadi informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Dalam konteks sains data meteorologi, riset mengubah raw data seperti angka suhu, kecepatan angin, radiasi matahari, pasang surut laut, dan berbagai parameter lainnya yang masih bersifat mentah menjadi actionable insights atau wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk mendukung pengambilan keputusan strategis,” jelas Adnan.
Ia menambahkan bahwa hasil pengolahan data tersebut memiliki manfaat yang luas, tidak hanya untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca dan mitigasi bencana, tetapi juga mendukung pengembangan energi alternatif serta menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan lintas sektoral.

Melalui kegiatan ini, Universitas Putra Bangsa terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi bersama BMKG diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sekaligus memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang kecerdasan buatan dan sains data guna menjawab tantangan masa depan.